BUDAYA START-UP UNTUK MENARIK TALENTA

PENTINGNYA RESKILLING KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN
April 25, 2022
STRATEGI M&A PASKA-PANDEMI
Mei 9, 2022

Diverse people working in the office

Para talenta di generasi milenial lebih tertarik dengan budaya kerja StartUp dibandingkan dengan budaya korporat yang dinilai lebih kaku. Start-up dinilai mampu menjawab keinginan serta kebutuhan talenta milenial karena mereka memberikan fleksibilitas, pengakuan, pengembangan keterampilan, dan pertumbuhan karier. Pernyataan ini juga didukung oleh penelitian Pew Research Center (2022) yang menyatakan bahwa 53% karyawan memilih bekerja di perusahaan yang menyediakan peluang untuk maju dan 50% karyawan juga menginginkan lingkungan kerja yang fleksibel, seperti kebebasan dalam memilih bekerja di rumah atau di kantor. Di sisi lain, survei EY (2021) menemukan bahwa 79% perusahaan berencana untuk membuat perubahan pekerjaan hybrid, namun hanya 40% yang benar-benar merealisasikannya.

Untuk memenuhi keinginan karyawan, perusahaan konvensional dapat mengadaptasi budaya start-up di tempat kerja, seperti:

  • Mengembangkan keterampilan baru

    Salah satu budaya yang ada di dalam start-up adalah budaya multiple hats, yaitu cara kerja di mana seorang karyawan memiliki beberapa peran dan tanggung jawab sekaligus. Budaya ini memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mempelajari keterampilan baru yang mendukung tugas mereka. Sedangkan, perusahaan besar biasanya membatasi peran dan pekerjaan karyawannya agar lebih efektif dan efisien sehingga mengakibatkan rasa jenuh akibat rutinitas yang berulang setiap harinya. Untuk mengembangkan keterampilan, perusahaan besar dapat memanfaatkan program reskilling.

(BACA JUGA: Manfaat Program Reskilling)
  • Pengembangan karier

    Start-up adalah perusahaan yang tidak mengenal usia, job description, dan pengalaman karyawan (StartUp Jobs Asia, n.d). Tidak seperti perusahaan besar yang mempertimbangkan usia atau pengalaman, keputusan promosi start-up cenderung berdasarkan kinerja sehingga pertumbuhan karier di dalam startup lebih cepat dibandingkan perusahaan yang masih menggunakan budaya tradisional.

  • Berinovasi

    Menurut penelitian Harvard Business School (2013), hampir 75% start-up gagal, namun mereka mampu melihat kegagalan ini sebagai kesempatan berinovasi. Kemampuan menyeimbangkan kecepatan dan stabilitas merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan (McKinsey, 2021). Perlu digarisbawahi bahwa start-up memang responsif terhadap perubahan, namun tidak memiliki stabilitas. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang sudah stabil dengan cara mengadopsi budaya kerja start-up yang lincah sehingga terjadi peningkatan kecepatan.

  • Employer branding

    Seiring berkembangnya media sosial, karyawan lebih bebas untuk membagikan testimoni kerja. Biasanya, mereka memberikan informasi mengenai pengalaman, fasilitas, serta budaya perusahaan, namun tidak semua karyawan akan memberikan testimoni yang positif. Walaupun memiliki jam kerja yang ekstrem, start-up membangun image perusahaannya dengan kesan santai, fleksibel, dan nyaman sehingga talenta milenial lebih tertarik bekerja di perusahaan mereka. Citra ini didapatkan dari usaha start-up memberikan fasilitas kepada karyawan, seperti member gym gratis, makan dan minum gratis, unlimited paid time off, dan ruang kerja ramah hewan.

Karyawan yang bekerja di start-up memiliki keterampilan atau keahlian yang berbeda antara rekan satu tim dengan yang lainnya. Jadi, ia harus menanggung tugas dan perannya sendiri. Situasi ini terjadi karena seorang karyawan dituntut untuk memiliki lebih dari satu job desc sehingga ia memiliki tanggung jawab yang besar atas pekerjaannya. Tuntutan ini mendorong sikap mandiri serta inovatif yang berdampak pada pengembangan karier mereka dan kesuksesan perusahaan.

Referensi:
https://gendhisconsultant.com/2021/04/27/continuous-learning-and-improvement/
https://inc42.com/entrepreneurship/7-reasons-to-join-a-startup/
https://hbr.org/2013/05/why-the-lean-start-up-changes-everything
Robert Walters Global. 2021. Act Like A Start-Up
https://www.pewresearch.org/fact-tank/2022/03/09/majority-of-workers-who-quit-a-job-in-2021-cite-low-pay-no-opportunities-for-advancement-feeling-disrespected/
https://www.pandle.com/blog/2016/07/28/startups-popular-ever/
http://blog.startupjobs.asia/how-working-at-a-startup-can-accelerate-your-career/
https://www.cnbc.com/2021/11/02/businesses-without-flexible-work-miss-up-to-70percent-of-job-candidates-hr-experts-say.html
https://www.ey.com/en_gl/news/2021/09/businesses-suffering-commitment-issues-on-flexible-working