PENTINGNYA KEBAHAGIAAN KARYAWAN SAAT BEKERJA

ENAM TANTANGAN MENGUKUR KINERJA
Maret 7, 2022
Systemic Flow Analysis: Alat Penghasil KPI
Maret 22, 2022

Woman in formal shirt with blonde hair waving hands, sitting between coworkers in big light conference hall. Photo from back of tired managers stretching during meeting in office.

Studi Work Options (2009) menunjukkan bahwa 72% karyawan cenderung merasa pekerjaan mereka membuat stres dan 50% dari mereka kesulitan mengelola stres tersebut. Berdasarkan studi tersebut, stres menyebabkan kerugian hingga $300 miliar dolar per tahun, termasuk hilangnya produktivitas, kompensasi lebih bagi karyawan, dan cuti. Ketidakmampuan dalam mengelola stres menyebabkan kinerja karyawan menjadi rendah sehingga membawa dampak buruk bagi kinerja organisasi. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memperhatikan kebahagiaan karyawan yang didukung oleh budaya organisasi dan pemenuhan fasilitas pendukung kerja.

Kebahagiaan karyawan tidak hanya berbicara mengenai perasaan senang, namun juga perasaan positif tentang pekerjaan. Menurut Keser (2016), kebahagiaan karyawan adalah pola pemikiran yang membantu seseorang untuk bekerja secara maksimal. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kebahagiaan kerja, seperti peran yang jelas, suasana tim, work life balance, penghargaan, dan adanya peluang peningkatan karier dan perkembangan individu dari segi kompetensi. Jika dikaitkan, antara kinerja dan kebahagiaan akan menimbulkan pertanyaan krusial: mana yang lebih tepat, bahagia menghasilkan kinerja yang tinggi atau kinerja tinggi membuat karyawan bahagia atas prestasinya?

Penelitian MIT Sloan (2022) menunjukkan bahwa anggota militer yang bahagia empat kali lebih mungkin menerima penghargaan dibandingkan mereka yang tidak bahagia sejak awal. Bahkan, karyawan yang bahagia 12% lebih produktif dari pada karyawan yang tidak bahagia (Snack Nation, 2022). Artinya, kebahagiaan datang lebih dulu dari pada kinerja karyawan sehingga penting bagi organisasi untuk mengembangkan kebahagiaan karyawan sebelum mengharapkan kinerja karyawan yang tinggi, khususnya di tengah krisis ini.

(BACA JUGA: Merasa Berarti Itu Perlu)

Ada banyak cara bagi para pemimpin dan organisasi untuk memengaruhi kebahagiaan karyawan di tempat kerja, yaitu dengan:

  • Mengukur kebahagiaan karyawan

    Setiap karyawan memiliki ukuran kebahagiaannya masing-masing sehingga kebahagiaan karyawan bersifat relatif. Organisasi perlu mengukur kebahagiaan masing-masing karyawan dengan survei atau diskusi mendalam. Berikan pertanyaan seputar kebutuhan, tantangan, dan harapan mereka terhadap organisasi. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi: apakah pemenuhan kebutuhan dan harapan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi kebahagiaan karyawan? Penting bagi pemimpin untuk mengetahui pola pikir dan pandangan karyawan tentang kebahagiaan.

  • Merealisasikan kebahagiaan karyawan

    Setelah mengetahui ukuran kebahagiaan karyawan, organisasi dapat membantu merealisasikannya. Realisasi ini dapat berupa pemenuhan kebutuhan, harapan, dan bantuan untuk mengatasi tantangan yang sedang dihadapi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap karyawan sehingga mereka tetap merasa diperhatikan. Umumnya, karyawan akan merasa nyaman tinggal dalam organisasi yang memperhatikan detail karyawan, seperti jenjang karier, kesehatan, dan kebutuhan mereka.

  • Mempertahankan karyawan yang bahagia

    Penelitian militer MIT Sloan (2022) menunjukkan bahwa organisasi harus menginginkan karyawan yang bahagia. Karyawan yang bahagia dapat memengaruhi, mengajak, dan memotivasi rekan kerjanya untuk merasakan kebahagiaan pula. Pada intinya, karyawan yang bahagia memberikan manfaat lebih bagi organisasi baik dari segi kinerja maupun atmosfer kantor yang lebih sehat.

Kebahagiaan karyawan adalah kewajiban yang perlu diperhatikan di dalam bisnis. Menurut Forbes (2017), banyak perusahaan yang terlalu fokus pada hasil pencapaian tim, tetapi mengabaikan siapa yang melakukan pekerjaan tersebut. Perusahaan lupa bagaimana dan mengapa karyawannya melakukan pekerjaan itu. Untuk memperbaikinya, perusahaan dapat memperhatikan keamanan kerja dan kesempatan untuk menggunakan keterampilan di tempat kerja. Intinya adalah karyawan perlu terus bertumbuh agar tetap terlibat dan produktif.

Referensi
http://eprints.ums.ac.id/70918/3/BAB%20I.pdf
https://engagedly.com/what-is-employee-happiness-and-why-is-it-important-for-your-company/
https://sloanreview.mit.edu/article/top-performers-have-a-superpower-happiness/
https://snacknation.com/blog/employee-happiness/
https://worldhappiness.report/ed/2021/work-and-well-being-during-covid-19-impact-inequalities-resilience-and-the-future-of-work/
https://www.corporatewellnessmagazine.com/article/employee-happiness-to-greater-success
https://www.oecd.org/employment/covid-19.htm
https://www.smallbizgenius.net/by-the-numbers/job-satisfaction-statistics/
https://www.worth.com/what-impacts-employee-happiness-in-2021/