UNSUR-UNSUR PEMBUAT KEPUTUSAN

Hanya eksekutif yang membuat keputusan. Seorang eksekutif diharapkan untuk membuat keputusan yang memiliki dampak signifikan terhadap seluruh organisasi, kinerjanya, dan hasilnya. Oleh sebab itu, eksekutif yang efektif perlu membuat keputusan yang efektif.

Eksekutif yang efektif tidak terlalu banyak membuat keputusan karena mereka berkonsentrasi pada keputusan yang penting saja. Mereka berusaha membuat keputusan penting pada tingkat pemahaman konseptual yang tinggi. Oleh karena itu, mereka membutuhkan waktu dalam mengambil keputusan yang penting. Pembuatan keputusan yang cepat tidak membuat mereka kagum. Mereka menginginkan keputusan yang tepat, bukan keputusan yang cerdas.

Eksekutif dapat membuat keputusan yang tepat apabila dia memahami lima unsur dasar proses pembuatan keputusan yang efektif. Berikut merupakan unsur-unsur dasar tersebut:

  • Mampu mengklasifikasi masalah sebelum membuat keputusan

    Pertanyaan pertama pembuat keputusan yang efektif adalah: “Apakah ini situasi yang umum ataukah hanya pengecualian” dan “Apakah ini sesuatu yang melandasi banyak kejadian?” Pertanyaan atau permasalahan yang umum harus selalu dijawab menggunakan prinsip, kecuali permasalahan tersebut hanya bisa ditangani ketika masalah tersebut muncul.

  • Menentukan apa sasaran yang harus diraih dan apa yang dapat diselesaikan oleh keputusan tersebut.

    Apa sasaran yang harus diraih keputusan itu? Apa tujuan minimum yang akan dicapai? Apa syarat-syarat yang harus dipenuhi? Dalam sains ini dikenal sebagai “syarat batas”. Cara penentuan sasaran yang patut dicapai serta makna keputusan tersebut dapat diketahui melalui syarat batas.

  • Berangkat dari yang benar, bukan dari apa yang salah.

    Pada umumnya orang akan selalu berkompromi di akhir proses pembuatan keputusan. Oleh karena itu, jika orang tidak tahu bagaimana memenuhi syarat batas dengan tepat, maka mereka akan membuat kompromi yang salah.

  • Mengubah keputusan menjadi tindakan.

    Mengubah keputusan menjadi tindakan adalah aktivitas yang paling memakan banyak waktu. Namun, keputusan tidak akan menjadi efektif kecuali komitmen aksi telah menjadi bagian dari keputusan itu sejak awal.

  • Umpan balik dipadukan dengan keputusan untuk menjadi pengujian yang berkesinambungan.

    Keputusan dibuat oleh manusia sehingga mungkin saja keputusan tersebut salah. Tanpa adanya umpan balik, keputusan tersebut tidak diperbaiki sehingga timbullah ketidakefektifan.

 

Referensi:
Drucker, P. (2006). The Effective Executive. Saint Louis: Routledge.

Recommended Posts