INTEGRITAS SEORANG PEMIMPIN

Sebuah riset yang dilakukan oleh Institute of Leadership and Management (diambil dari Inc, 2016) menunjukkan bahwa meskipun 83% manajer menyatakan bahwa organisasi mereka memiliki value statement, ternyata hanya 38% dari mereka yang benar-benar menjalankan statement tersebut. Lebih buruk lagi, 63% dari responden umum merasa bahwa mereka pernah diminta untuk bekerja di luar value bisnis mereka.

Padahal, dalam dunia bisnis, value dan integritas adalah sebuah prioritas bagi pelanggan dan karyawan. Selain itu, value statement juga sangat penting bagi organisasi agar semakin berkembang dan kompetitif. Maka dari itu, agar organisasi dapat benar-benar menjalankan value statement-nya dengan baik, dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengimplementasikan integritas dan value dalam hidupnya untuk menjadi panutan bagi anggota organisasinya.

(BACA JUGA: MENGENAL DAN MENGELOLA KEKUATAN DAN KELEMAHAN ANGGOTA TIM)

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin untuk menjaga integritasnya:

  1. Menepati janji atau memenuhi perkataan

    Sering kali, seorang pemimpin berkata bahwa ia akan melakukan sebuah perubahan atau memberikan reward kepada karyawannya. Namun, hal tersebut tidak terlaksana karena seringnya sang pemimpin menunda-nunda pekerjaan. Dengan tidak tercapainya janji seorang pemimpin, maka anggota organisasi lainnya pun dapat kehilangan kepercayaan mereka terhadap pemimpin tersebut.

  1. Berkomunikasi secara jelas dan jujur

    Mudah bagi semua orang untuk jujur saat menyampaikan berita baik, namun tidak saat harus menyampaikan berita buruk. Begitu juga bagi seorang pemimpin. Sering kali, pemimpin cenderung berputar-putar dalam menyampaikan suatu berita buruk. Namun, hal tersebut memicu terjadinya kesalahpahaman yang menghambat komunikasi. Maka dari itu, untuk menjaga integritas dan memastikan bahwa komunikasi berjalan dengan baik, seorang pemimpin seharusnya menyampaikan maksudnya secara langsung dan jelas. Dengan begitu, solusi yang tepat untuk suatu permasalahan pun akan tercapai.

  1. Berani meminta maaf

    Banyak orang berpikir bahwa pemimpin harus selalu menunjukkan sisi kuat mereka dan menyembunyikan kesalahan mereka. Padahal sebenarnya, semua orang membutuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Dan saat seseorang berani meminta maaf dengan tulus, kita dapat merasakan bahwa ia telah mendahulukan kejujuran serta kebenaran daripada egonya. Demikian pula dengan pemimpin. Ketika seorang pemimpin berani meminta maaf, maka ia akan meningkatkan kepercayaan serta respect orang lain terhadapnya. Selain itu, seorang pemimpin yang mempraktekkan kejujuran juga akan memberi pedoman yang baik kepada anggota timnya untuk menciptakan sebuah culture perusahaan yang baik.

  1. Berkomitmen senantiasa

    Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi pemimpin, maka ia harus menerima fakta bahwa semua orang memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadapnya dibandingkan orang lain dalam organisasi. Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar bagi organisasinya, baik kepada timnya maupun kepada pelanggan dan stakeholder. Maka dari itu, untuk menjaga integritasnya, pemimpin harus berkomitmen senantiasa untuk bekerja keras dan memenuhi ekspektasi orang lain terhadapnya demi kebaikan bersama dalam organisasi.

Kesimpulannya, dengan adanya value dan integritas, seorang pemimpin dapat menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif bagi karyawan dalam mengikuti peraturan perusahaan, prosedur dan kebijakan, serta instruksi kerja dan pedoman lainnya untuk memberikan layanan kepada pelanggan dan stakeholder lainnya, serta mencapai target/tujuan perusahaan.

Recommended Posts