MENGENAL KNOWLEDGE MANAGEMENT

education concept, books and laptop at library

The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan bahwa knowledge based economy sudah menjadi tren sejak tahun 2005. Hal ini dikarenakan pengetahuan dan teknologi menjadi semakin kompleks sehingga penting bagi organisasi untuk mendapatkan pengetahuan khusus agar dapat terus berinovasi. Lebih lanjut, IGI Global menjelaskan bahwa dalam knowledge-based economy, perekonomian sangat bergantung pada input pengetahuan di mana pengetahuan diciptakan dengan proses sistemik yang menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, organisasi perlu memiliki knowledge management yang baik.

Knowledge management (KM) merupakan serangkaian proses mengidentifikasi, mengatur, menyimpan dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. KM yang efektif menjadi penting bagi bisnis karena berkaitan dengan penggunaan waktu yang digunakan organisasi dalam mendapatkan informasi yang relevan. Semakin cepat dan tepat informasi tersebut didapatkan, karyawan akan semakin efisien dan efektif menyelesaikan pekerjaannya. Menurut Wald & Lang (2012), KM dapat mendorong kerja sama di internal maupun eksternal organisasi dalam mengelola aktivitas sumber daya manusia (SDM) – terutama terkait aktivitas pembelajaran.

Jenis-Jenis Knowledge.

Saat berbicara tentang knowledge management, organisasi juga perlu mengetahui ragam jenis knowledge apa saja yang perlu dikelola. Menurut Dombowski, dkk. (2013, dalam Bolisani & Bratianu, 2018), jika dilihat dari sudut pandang sifat knowledge yang terintegrasi, terdapat tiga jenis knowledge, yaitu: (1) experiential knowledge; (2) skills; serta (3) knowledge claims. Ketiga knowledge tersebut saling terkoneksi dan juga memiliki karakteristik spesifik masing – masing (Bolisani & Bratianu, 2018).

  1. Experiential Knowledge

    Merupakan pengetahuan yang secara langsung didapatkan dari lingkungan melalui panca indera manusia lalu diproses dalam otak. Pada umumnya, pengetahuan ini sulit didapatkan jika hanya melalui buku atau sumber verbal lainnya. Misalkan, untuk mengetahui salju, seseorang harus pergi menyentuh salju itu sendiri untuk mengetahui seberapa dingin salju tersebut. Experiential knowledge bersifat personal karena setiap orang bebas memaknainya, tergantung dari persepsi dan refleksi masing-masing.

  1. Skills

    Merupakan pengetahuan yang berkaitan dengan bagaimana cara melakukan sesuatu (know-how). Skill berkaitan dengan experiential knowledge, namun juga berdasarkan kebiasaan berulang ketika melakukan pekerjaan yang sama berulang kali sehingga mendapatkan tingkat kemahiran tertentu. Kunci dari pengetahuan ini adalah dengan praktik dan terlibat secara langsung dalam proses pembelajarannya.

  1. Knowledge Claims

    Merupakan pengetahuan yang dimiliki individu, baik disadari maupun tidak. Terkadang, seseorang tidak menyadari seberapa banyak yang diketahuinya karena pengetahuan dapat berupa eksplisit (explicit knowledge) dan tacit (tacit knowledge). Explicit knowledge adalah pengetahuan yang dipelajari di institusi formal dan pada umumnya memiliki teori yang mewakilinya. Jika orang-orang menyadari bahwa mereka memiliki pengetahuan tertentu dan mampu mengutarakannya, maka pengetahuan tersebut dapat disebut sebagai explicit knowledge. Di sisi lain, tacit knowledge adalah pengetahuan yang secara tidak sadar dimiliki oleh seseorang. Pada umumnya tacit knowledge berada di bawah alam sadar manusia dan sering diartikan sebagai intuisi.

Tujuan Utama Knowledge Management

Tujuan utama dari implementasi knowledge management adalah untuk meningkatkan efisiensi organisasi dan mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki organisasi tersebut. Melalui KM, seluruh elemen organisasi mampu mendapatkan wawasan dan pengetahuan mengenai kegiatan operasional dan bisnis. Oleh karena itu, jika KM berhasil diimplementasikan, organisasi akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti mempercepat akses informasi dan pengetahuan, meningkatkan proses pengambilan keputusan, menciptakan inovasi dan perubahan, serta meningkatkan efisiensi proses bisnis organisasi (LinovHR, 2022).

 

Referensi:

Bolisani, E., & Bratianu, C. (2018). The Elusive Definition of Knowledge. In Emergent Knowledge Strategies (pp. 1–22). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-60657-6_1
IBM Cloud Education. (2020, Nov 12). Knowledge Management. Retrieved Oct 21, 2022, from IBM: https://www.ibm.com/cloud/learn/knowledge-management
LinovHR. (2022, Aug 15). Knowledge Management: Pengertian dan Manfaat untuk Perusahaan. Retrieved Oct 21, 2022, from LinovHR: https://www.linovhr.com/knowledge-management/
Wald, P. M., & Lang, R. (2012). REORGANIZATION OF HRM—PAST, PRESENT, AND FUTURE. In W. J. Rothwell, THE ENCYCLOPEDIA OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT (pp. 173-180). Wiley.